Pada hari Minggu pagi yang cerah, aku dan ibuku memutuskan untuk mencoba membuat donat sendiri di rumah. Awalnyo, aku hanya iseng ingin makan donat, tapi ibu berkata, “Kenapa tidak kita buat sendiri saja?” Aku langsung setuju dengan semangat karena ini akan menjadi pengalaman pertamaku membuat donat dari awal.
Pertama-tama, kami menyiapkan semua bahan: tepung terigu, gula, ragi, susu, telur, dan mentega. Aku bertugas menakar bahan-bahannya, sementara ibu mengajarkan cara mencampur dan menguleni adonan. Ternyata, menguleni adonan tidak semudah yang kukira. Tanganku terasa pegal karena adonannya lengket dan berat. Namun, setelah beberapa menit, adonan mulai halus dan elastis. Kami pun menutupinya dengan kain dan menunggu hingga mengembang.
Saat menunggu adonan mengembang, aroma ragi yang khas mulai tercium. Aku merasa tak sabar ingin segera menggorengnya. Setelah kira-kira satu jam, adonan pun siap dibentuk. Aku menggunakan cetakan donat berbentuk bulat dengan lubang di tengahnya. Bentuknya memang tidak semuanya sempurna, tapi aku bangga karena hasil karyaku sendiri.
Kemudian, kami mulai menggoreng donat satu per satu. Donat berubah warna menjadi kuning keemasan dan mengembang dengan indah. Setelah matang, aku menaburinya dengan gula halus dan sebagian lagi kuberi topping cokelat leleh serta meses warna-warni.
Ketika tiba waktunya mencicipi, rasanya enaknyoooo, Donat buatan sendiri ternyata lebih lembut dan manisnya pas. Aku merasa bangga dan senang karena bisa membuat makanan favoritku bersama ibu. Dari pengalaman itu, aku belajar bahwa membuat sesuatu dengan tangan sendiri memang membutuhkan kesabaran, tetapi hasilnya sangat memuaskan. Sejak hari itu, aku jadi lebih suka bereksperimen di dapur jika orang tuaku pergiš¤¤